Beranda Jokowi Pamerkan Turunnya Angka Pengangguran RI

Jokowi Pamerkan Turunnya Angka Pengangguran RI

Pemerintah saat ini sedang berupaya menurunkan angka pengangguran dengan meningkatkan lapangan kerja. Presiden Joko Widodo Jokowi mengungkapkan ada sejumlah cara yang dilakukan mulai dari peningkatan daya saing investasi hingga peningkatan ekspor.

Jokowi menjelaskan saat ini pertumbuhan generasi produktif dinilai sangat cepat. Ini mengharuskan masyarakat Indonesia harus bekerja lebih cepat dan keras untuk menciptakan dan membuka lapangan kerja baru melalui peningkatan daya saing investasi dan ekspor.

Untuk meningkatkan perekonomian, dalam empat tahun terakhir pemerintah telah melakukan perombakan besar-besaran terhadap iklim kemudahan berusaha di Indonesia. Dia mengungkapkan tujuan utama kemudahan berinvestasi adalah membuat perekonomian Indonesia bisa lebih produktif dan kompetitif, sambil terus meningkatkan kemandirian bangsa, sehingga bisa memberikan nilai tambah, terutama pembukaan lapangan kerja baru dan menyerap pengangguran.


"Alhamdulillah, dengan kerja bersama, tingkat pengangguran terbuka semakin menurun dari 5,70% menjadi 5,13%. Untuk mencapai kesejahteraan, kita ingin makmur bersama, sejahtera bersama," ujar Jokowi dalam Sidang Tahunan di Gedung MPR, Jakarta, Kamis (16/8/2018).

Dia mengungkapkan, untuk mendukung hal tersebut pemerintah tidak hanya memperhatikan usaha yang besar-besar saja, tapi juga fokus pada usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan 40% lapisan masyarakat terbawah.

Untuk menyasar 40% lapisan masyarakat terbawah, Pemerintah tengah menjalankan program Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial, serta peningkatan akses permodalan bagi usaha ultra mikro, usaha mikro, dan usaha kecil. Untuk mendorong perkembangan usaha UMKM, Pemerintah menurunkan tarif pajak final UMKM menjadi 0,5% serta penajaman KUR yang bisa dinikmati 12,3 juta UMKM.


Kemudian untuk memberikan jaminan perlindungan sosial, Pemerintah bekerja menjaga stabilitas harga bahan-bahan pokok, menyalurkan Program Keluarga Harapan kepada 10 juta keluarga penerima manfaat, serta mereformasi sistem bantuan pangan menjadi program bantuan non tunai, agar lebih tepat sasaran, dan cakupannya akan ditingkatkan menjadi 15,6 juta penerima manfaat pada tahun 2019.

"Dengan kerja nyata, Rasio Gini sebagai indikator ketimpangan pendapatan terus kita turunkan, yang saat ini berhasil kita turunkan dari 0,406 menjadi 0,389," imbuh dia.

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4168796/jokowi-pamer-angka-pengangguran-turun-di-sidang-mpr?_ga=2.231125660.2016427957.1534450434-2134374013.1531574319
17/08/2018 3:23:30
berita ini sudah dilihat oleh 3.618 pengunjung
Beri Komentar Kamu !

evanazka.com
About Us
Privacy Policy
Kuis Berhadiah Online & Info Lomba Undian Berhadiah
kuis online dan lomba berhadiah uang tunai, voucher belanja,hp ikuti undian berhadiah dan info lomba paling terkini di evanazka.com
DMCA.com Protection Status
Follow Us