Minggu, April 18, 2021
Home > Uncategorized > 3 Komponen Penting Dalam Membuat Novel

3 Komponen Penting Dalam Membuat Novel

Novel jadi salah satunya tipe buku yang banyak pecintanya. Disamping itu novel sebagai salah satunya tipe buku yang gampang dicatat oleh semua kelompok. Tidak ada batas umur atau karier untuk menulis novel. Baik pemula atau professional semua dapat menulis novel.

Tetapi pasti berlainan saat Anda menulis novel dan buku jurnal atau artikel. Novel mempunyai karakter sendiri. Novel sebagai satu kreasi sastra berupa prosa naratif yang panjang, di mana didalamnya ada serangkaian narasi mengenai kehidupan seorang figur dan beberapa orang disekelilingnya dengan menunjukkan karakter dan karakter dari tiap figur dalam novel itu.

Ada pula yang menjelaskan jika pemahaman novel ialah satu cerita berupa prosa yang ada elemen intrinsik dan elemen ekstrinsik. Tidak seperti cerpen (narasi pendek), isi narasi sebuah novel lebih panjang dan kompleks, dan ada pesan terselinap yang ingin dikatakan ke pembacanya.

Novel mempunyai ciri-ciri yang lain dari tipe buku yang lain. Biasanya novel terbagi dalam sekurangnya 100 halaman atau jumlah ucapnya lebih dari 35.000 kata. Selanjutnya novel dicatat dengan satu cerita dan deskripsi untuk memvisualisasikan situasi peristiwa didalamnya.

Novel mempunyai jalan cerita yang cukup kopleks dan ada lebih dari sattu impresi dampak dan emosi. Rerata biasanya orang memerlukan waktu minimal 120 menit untuk usai membaca novel. Narasi pada suatu novel juga dapat benar-benar panjang dengan beberapa kalimat yang diulangi.

Untuk bikin buku novel yang bagus pasti diperlukan tingkatan yang betul. Agar Anda bisa membuat novel yang baik, berikut stepnya.

  1. Ketahui Audience

Saat sebelum Anda menulis novel, seharusnya Anda ketahui dulu audience yang bakal Anda sasar. Apa Anda akan menulis novel untuk bentang umur berapakah. Kemungkinan beberapa penulis akan menjawab umur 13-18 tahun.

Baca Juga  Apa Itu PRANK ?

Tetapi sesungguhnya jawaban ini masih terlampau lebar hingga penulis perlu lebih disempitkan kembali. Contoh Anda menarget audience di umur 13 tahun, remaja yang berumur dekat sama umur 13 akan mempunyai minat atau ketertarikan yang lain dengan remaja yang berumur lebih tua.

Tentukan sasaran pembaca pada umur berapakah sesaat akan menulis. Selanjutnya, mulai menulis narasi seakan sedang mambacakan narasi dan diamkan mengucur secara alami. Jauhi style penulisan seperti menyampaikan pidato. Bila narasi mempunyai topik atau pesan, diamkan keluar dengan alamiah dalam narasi.

  1. Tentukan Gagasan dan Topik Novel

Bila Anda telah mengenal audience yang bakal dibidik, karena itu seterusnya Anda dapat tentukan gagasan dan topik novel. Ini berlaku untuk penulis pemula atau professional. Gagasan sebagai gambaran singkat mengenai narasi yang ingin dicatat, semenyara topik lebih ke detil kembali.

Gagasan narasi tidak harus memiliki sifat orisinal. Anda dapat memakai gagasan narasi yang telah ada awalnya seperti narasi mengenai pertalian cinta, pertemanan, atau pembunuhan. Sementara untuk tentukan topik yang lebih detil, Anda dapat pilih topik pertalian cinta di antara sang kaya dan sang miskin, cerita pertemanan di antara 2 orang yang lain negara, atau tema-tema yang lain.

Bila masih bimbang untuk tentukan gagasan atau topik narasi, Anda dapat ambil ide dari novel-novel yang telah keluar atau membaca buku-buku yang terkait dengan beberapa hal yang kamu gemari. Dengan demikian, kemungkinan Anda akan memperoleh gagasan narasi atas sesuatu yang sudah kamu baca. Pokoknya, tidak boleh malas membaca dan masih percaya diri saat menulis.

Kecuali gagasan dan topik, penentukan arah juga perlu dikerjakan. Apa Anda akan menulis sebuah cerpen, cerbung, flash fiction atau mungkin novel. Tetapkan jenis nya. Ada beberapa jenis yang bisa kamu tentukan, dapat roman, mistis, fantasi, seram, dan ada banyak jenis yang lain. Tulisan Anda pun harus sanggup memberikan keyakinan pembaca.

Baca Juga  5 Rekomendasi Jasa Anti Rayap Terbaik

Watak yang Kuat

Dalam pengerjaan novel figur watak ialah kunci dari narasi. Hingga Anda harus betul-betul memberi watak kuat ke sang figur ini. Bikinlah watak yang “kuat” dan “riil”. Tidak susah kok memperoleh watak: Anda dapat cari ide dari watak atau figur di sekitar Anda dan jadikan mereka watak fiksimu. Untuk perkuat watak, Anda bisa meningkatkan figur dengan menggambarkannya. Langkah ini akan menolong pembaca untuk memvisualkan watak dengan mendesripsikan performa, perilaku dan pertimbangan beberapa tokoh yang ada dalam narasi. Saat ia bicara, ungkapkan personalitasnya.

Anda pun harus menerangkan secara rounded, komplet dan seperti manusia biasa agar watak makin kuat. Lukiskan bila dia punyai kemauan, tekad dan ketakutan, emosi, geram, bersedih, ria dan lain yang lain seperti karakter manusia di dunia riil.

Bikinlah biografi figur dimulai dari umur, tipe kelamin, makna dari sebuah nama yang diputuskan penulis, keluarga, pengajaran, arah hidup, permasalahan dan halangan, hal yang paling dicintai dan segalanya yang terjadi dalam kehidupan si figur. Disamping itu penamaan figur penting juga untuk sesuaikan dengan figur sang figur. Sesudah tentukan nama figur, bagus kembali bila Anda deskripsikan fisiknya. Semakin kuat kembali bila memakai mode riil. Dapat rekan, misalkan. Janganlah lupa tamnahkan keunikan sang figur yang unik.

Janganlah lupa bikinlah watak yang memorable. Ialah penokohan yang dapat membuat pembaca yakin, jika figur itu ada. Semuanya yang ada pada diri figur itu demikian berkesan untuk pembaca. Yang perlu kembali, janganlah lupa buat figur yang logis. Walau novel cuman narasi fiktif, tetapi pembaca selalu mempunyai rujukan ke kehidupan riil.

Contoh teks ulasan dan berita-berita terkini hanya di avandaalvin.com